Ada sebuah cerita diambil dari seorang gadis kecil yang hidup bersama keluarganya di sebuah desa jauh dari kota dan keramaian. Gadis itu bernama cinta ,cinta seorang gadis kecil yang lucu dan riang murah senyum kepada siapapun. Cinta hidup bersama keluarganya mereka hidup sederhana dan sangat bahagia,kebutuhan sehari-hari mereka cukup. Cinta tinggal dipedalaman bersama ayah,ibu dan kakaknya,mereka hidup bahagia.
Ayah dan ibunya bekerja sebagai tukang kebun karet,ketika ayah dan ibunya bekerja cinta tinggal dirumah bersama kakaknya. Mereka kakak beradik saling perhatian satu sama lain,tapi sering kali kakaknya membuat cinta menangis dan kemudian cinta mengadu pada ibunya ketika pulang dari kebun karet dekat rumahnya.
Pada suatu ketika cinta berumur 6 tahun waktunya cinta masuk sekolah pertama kali, cinta masuk di SDN IV Muara Tebo,Prov.Jambi yang kebetulan sekolah itu dekat pasar. Ayahnya cinta sering bilang ''Kejarlah Cita-citamu Nak,Buatlah Orang Tuamu Bangga Kepadamu.''Cinta disekolah kelihatan palimg kecil sekali,dia sangat senang disekolahnya walau awalnya dia tidak mau ditinggal ayahnya pulang.
Cinta selalu diantar oleh ayahnya ke sekolah, cinta disekolah termasuk siswa yang tidak terlalu pandai dan juga tidak bodoh artinya''Yang Sedang-Sedang Saja''dia selalu naik kelas dan tidak pernah tinggal kelas.Tapi sayang kebahagiaan cinta yang semula selalu riang dan bibirnya penuh senyuman kini pudar sudah ketika Ayahnya sudah lebih dulu pergi meninggalkannya ke alam yang lebih tenang disisi Allah.
Kata-kata terakhir yang diucapkan ayahnya yang selalu diingat cinta ''Janganlah Hilangkan Senyuman Manis Yang Ada Dibibirmu itu Nak,mungkin ayah tidak bisa menemanimu lebih lama lagi,teruslah melangkah dan kejar cita-citamu teruslah maju dan buatla bangga kedua orangtuamu. Jadilah anak yang bisa dibanggakan,walaupun suat saat nanti ayah tidak bersamamu lagi.
